Kamis, 21 April 2011

Telur Dinosaurus Mongolia Dipamerkan


Sebuah telur dinosaurus kini tengah dipamerkan di Buryatia Natural Science Museum di Ulan-UIde, 5.000 km timur Moskwa, Rusia. Ilmuwan menduga, telur tersebut merupakan milik dinosaurus Ornithopod yang hidup 100 juta tahun yang lalu.

Pejabat departemen kebudayaan Bryatia mengatakan, "Telur ini relatif dalam kondisi yang baik dan mungkin memiliki embrio yang terpelihara sangat baik, terlihat jelas perbedaannya dengan telur lain dari warna dan bentuknya."

Ornithopod yang memiliki telur ini diduga hidup di wilayah yang kini dikenal dengan Mongolia. Daerah Mongolia sendiri kini terkenal sebagai tempat penemuan fosil hewan purba yang kadang terletak berdekatan dengan telurnya.

Namun, jangan kira Rusia mendapatkan telur dinosaurus ini dari ekspedisi ilmiah. Rusia mendapatkannya dari seorang pria berkebangsaan Polandia yang kebetulan melewati perbatasan Rusia pada tahun 2009.

Saat melewati perbatasan, diketahui bahwa dalam kendaraan pria Polandia tersebut terdapat peninggalan prasejarah berupa telur dinosaurus. Petugas Rusia pun lantas mengambilnya dan menyerahkannya ke museum.

Si pria Polandia sendiri mendapatkan telur itu dari temannya. Ia cuma diminta oleh kenalannya yang juga dari Polandia untuk membawa kotak berisi barang pribadi. Ia tak pernah menduga bahwa isi kotak itu adalah peninggalan yang berharga.

600 Warga Cina Masuk Islam Karena Melihat Ka'bah

Setelah melihat Ka'bah dari televisi, tiba-tiba hati mereka bergetar. Pintu hidayah seakan terbuka. Dan Allah SWT pun melapangkan jalan mereka untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Lebih dari 600 pekerja asal Cina berpaling menjadi Muslim setelah mendapatkan pengalaman spiritual di Arab Saudi.



Mereka adalah bagian dari 4.600 warga Cina yang sedang mengerjakan proyek rel kereta api yang menghubungkan Makkah dan Madinah. Rel kereta itu nantinya akan melalui Jeddah dan Khum. Peristiwa yang sempat menghebohkan itu terjadi tahun lalu.

Awalnya, kedatangan ribuan pekerja Cina itu sempat dipertanyakan warga Arab Saudi. Pasalnya dari 4.600 pekerja itu hanya 370 orang yang Muslim. Warga meminta agar pemerintah mempekerjakan buruh Cina yang beragama Islam. Namun Allah mempunyai rencana lain dengan kedatangan para pekerja itu.

Kedatangan ke Arab Saudi ternyata membuka peluang bagi mereka untuk melihat Islam langsung dari tanah tempat agama ini diturunkan. Seperti yang dikatakan seorang pekerja yang telah menjadi Mualaf. Pekerja yang telah mengganti namanya menjadi Hamza (42) ini mengaku tertarik pada Islam setelah melihat Ka'bah untuk kali pertama di televisi Saudi. ''Ini menggetarkan saya. Saya menyaksikan siaran langsung sholat dari Masjidil Haram dan umat Islam yang sedang berjalan memutari Ka'bah (tawaf),'' katanya.

''Saya bertanya ke teman yang Muslim tentang semua hal ini. Dia kemudian mengantarkan saya ke Kantor Bimbingan Asing yang ada di perusahaan, di mana saya memiliki kesempatan untuk belajar tentang berbagai aspek mengenai Islam,'' tuturnya. Kini Hamza merasa lebih bahagia dan lebih santai setelah menjadi seorang Muslim.

Pekerja lainnya, Ibrahim (51), mengalami peristiwa yang hampir serupa pada September tahun lalu. Dia yang bekerja di bagian pemeliharaan perusahaan negara, Kereta Api Cina, menjadi seorang Muslim usai melihat Ka'bah. ''Meskipun kami berada di Cina, kami tidak memiliki kesempatan untuk belajar tentang Islam. Ketika saya mencapai Mekah, saya sangat terkesan oleh perilaku banyak warganya. Perlakuan yang sama bagi orang Muslim dan non-Muslim memiliki dampak besar pada saya,'' tambahnya.

Sementara, Abdullah Al-Baligh (51), terinspirasi untuk memeluk Islam setelah melihat perubahan positif dari rekan-rekannya yang lebih dulu menjadi mualaf. ''Enam bulan setelah saya tiba di Makkah, saya melihat bahwa rekan saya, yang sudah menjadi Muslim, telah benar-benar berubah. Tingkah lakunya patut dicontoh. Saya menyadari bahwa Islam adalah kekuatan penuntun di balik perubahan tersebut,'' ujarnya.

''Ketika saya bertanya padanya, ia mengatakan bahwa ia sama sekali tak tahu tentang agama ini selama di Cina. Sekarang, ia memiliki pemahaman yang tepat tentang Islam dan ingin menjadi lebih teladan.''

Begitu pula dengan Younus. Pekerja asal Cina ini baru mempelajari Islam ketika berada di Makkah. ''Islam di Cina begitu kurang. Aku baru mengetahui Islam setelah datang ke Saudi,'' ujarnya.

Krisis Utang Hantui Amerika


Utang pemerintah Amerika Serikat yang terus menggunung dikhawatirkan membuat negara tersebut kembali terjerumus ke dalam resesi yang kedua setelah resesi 2008 (double-dip recession).

Utang pemerintah Amerika Serikat mencapai US$12 triliun, dikhawatirkan hal ini akan membuat negara adikuasa itu kembali terjerumus ke dalam resesi kedua setelah resesi 2008 (double-dip recession).

"Potensi krisis utang di sana otomatis besar," ungkap A. Tony Prasetiantono, ekonom dari Universitas Gajah Mada, Rabu lalu (28/12). Itu lebih besar dibandingkan rasio utang terhadap PDB Indonesia yang hanya sebesar 27 persen.

Rasio utang terhadap PDB Amerika yang mencapai 82,7 persen itu terjadi karena Amerika menyelamatkan perekonomian dengan mempertinggi defisit anggaran negara. Defisit lantas ditutup dengan menciptakan utang baru lewat obligasi negara.

Dijelaskan Tony, Amerika sempat menurunkan suku bunga agar konsumsi dan produksi barang naik. Sayang, langkah ini gagal, karena konsumsi tak juga bergerak.

Kebijakan fiskal dengan menaikkan pajak atau utang baru adalah satu-satunya pilihan setelah kebijakan moneter gagal. Namun, menaikkan pajak di tengah kesulitan ekonomi bukan cara bijak.

Konsolidasi fiskal juga disarankan Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook Oktober 2010 untuk mengamankan anggaran negara.

Hantu krisis utang ternyata tak hanya milik Amerika, namun juga menghantui negara-negara lain di Eropa, seperti Yunani, Italia, dan Belgia dengan rasio utang lebih dari 100 persen PDB.

Negara-negara Eropa lainnya belum aman, karena rasio utang Irlandia, Portugal, dan Prancis di atas 80 persen. "Padahal, rasio utang terhadap PDB yang aman sekitar 30 persen," jelas Tony.

Bahkan Yunani dan Irlandia, sudah menengadahkan tangan meminta bantuan dana kepada Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Berlusconi: Saya Akan Hidup 120 Tahun


ROMA – Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi bersumpah tidak akan menyerah dan berjanji akan mempertahankan kekuasaannya selama masih dibutuhkan. Dengan nada sombong Berlusconi berkata akan hidup hingga usia 120 tahun.

Hanya beberapa hari sebelumnya, saat makan malam dengan para wartawan asing, Berlusconi mengumumkan akan mengakhiri kekuasaannya. Dia telah mempersiapkan Menteri Kehakiman sebagai penerus politiknya, meskipun dia menjadikan dirinya sebagai founding father bagi partai konservatifnya Partai Rakyat Merdeka.

Menteri Kehakiman, Angelino Alfano, telah merancang perbaikan sistem peradilan di Italia di mana para kritikus Berlusconi berpendapat sistem peradilan tersebut dibuat untuk menyelamatkan Berlusconi dari kasus hukumnya. Namun, pemerintah mengatakan sistem peradilan tersebut akan memberikan manfaat bagi sistem peradilan negara yang lebih adil dan sigap. Demikian seperti dilansir Associated Press, Minggu (17/4/2011).

Salah satu kasus hukum yang melibatkan Berlusconi ada di Milan, dimana dia didakwa membayar gadis dibawah umur untuk melakukan hubungan seks.

Berlusconi pada saat sidang terus memperlihatkan perlawanannya terhadap para hakim di Milan. Dia menyebut para hakim subversif dan bersimpati pada garis kiri dan mencoba mendakwanya agar dia tergeser dari kekuasaannya.

“Tapi saya tidak akan menyerah. Saya akan tetap berkuasa selama masih dibutuhkan. Saya akan hidup hingga 120 tahun, meskipun saya adalah manusia biasa,” ujar Berlusconi.

Senin, 18 April 2011

Sakura Mekar di Wilayah Gempa Jepang


RIKUZENTAKATA - Korban gempa Jepang melupakan bencana yang mereka rasakan sejenak demi merayakan Festival Bunga Sakura atau Hanami. Festival ini dilakukan untuk merayakan mekarnya bunga Sakura di saat cuaca mulai menghangat di Jepang.

Kota Rikuzentakata, di mana wilayahnya hancur akibat diterjang gempa dan tsunami 11 Maret lalu, sekira 200 warga yang selamat merayakan Festival Hanami tahun ini.
Mekarnya bunga sakura ini diwarnai dengan para pria yang memainkan gendang tradisional yang memeriahkan acara tradisional.

Sementara warga lainnya tampak menikmati suasan dengan membakar ikan dan bernyanyi di sepanjang festival berlangsung.

Menurut seorang warga, acara ini sebelumnya ditujukan untuk mengenang warga yang tewas akibat gempa berkekuatan 9 skala richter yang melanda Jepang. Namun, warga kemudian merubah acara ini menjadi Festival Hanami.

"Warga kota lain datang dan memamerkan kesenian serta terus mendukung kami. Mereka mengatakan akan terus membantu kami untuk membangun kembali Kota Rikuzentakata," ungkap Takeshi Kanno seperti dikutip AFP, Senin (18/4/2011).

Rikuzentakata merupakan salah satu kota yang hancur akibat gempa dan disertai tsunami. Gempa itu sendiri dikabarkan telah menewaskan 13.750 warga serta 14 ribu lainnya dikabarkan masih hilang.
Sebanyak 90 persen bangunan di kota ini dilaporkan hancur dan mayat korban gempa masih ditemukan di balik puing-puing bangunan yang hancur. Word News

Kala Panda Gairahkan Tokyo


Breaking News - KOTA Tokyo kembali menemukan gairahnya. Kali ini, gairah tersebut berasal dari dua ekor Panda asal China, yang diberi nama Ri Ri dan Shin Shin.

Kedua panda tersebut, sejak Jumat 1 April, lalu untuk pertama kalinya dipertontonkan ke publik Jepang, di Kebun Binatang Ueno, Tokyo. Kota Tokyo pun dilanda oleh “Demam Panda”.

Rencananya, kedua panda tersebut akan ditampilkan untuk umum pada tanggal 11 Maret 2011 lalu. Namun, karena terjadi bencana gempa dan tsunami di Jepang, penampilannya diundur hingga hari Jumat kemarin.

Sebelum kehadiran dua panda ini, Tokyo pernah memiliki seekor Panda bernama Ling- Ling. Namun pada tahun 2008, Ling Ling meninggal karena penyakit jantung. Sejak itulah, Tokyo tidak lagi memiliki Panda. Pemerintah China pun “meminjamkan” kembali dua ekor Pandanya kepada Jepang, sebagai bagian dari apa yang dinamakan dengan “Diplomasi Satwa”.

Saya sendiri ikut-ikutan terkena demam panda. Meski sejak kecil sering melihat gambar dan film panda, saya belum pernah sekalipun menyaksikan Panda hidup secara langsung. Bayangan Panda di kepala saya yang paling lekat adalah tokoh Poo yang bermain di film “Kung Fu Panda”. Kalau mengingat film itu, saya selalu berpikir bahwa Panda adalah binatang yang gemuk, lucu, dan mungkin bisa main Kung Fu.

Oleh karenanya, saya tidak mau melewatkan kehadiran dua “selebritas” Tokyo yang baru itu. Sayapun mengajak keluarga untuk pergi ke Kebon Binatang Ueno guna menyaksikan Panda. Di Stasiun Kereta Ueno, tak jauh dari Kebon Binatang Ueno, demam panda sudah terasa. Berbagai ornamen Panda terlihat di setiap sudut. Mulai dari souvenir, hingga makanan-makanan yang dibuat dengan tema Panda. Ada manju (kue Jepang) yang dibuat berbentuk panda, ada juga taiyaki yang dicetak berbentuk panda, dan ada coklat pisang yang dicetak wajah panda. Segalanya adalah tentang panda.

Antusiasme warga Tokyo terhadap Panda ini sungguh luar biasa. Sekitar 3.000 orang lebih sudah mengantre panjang di depan kebon binatang sejak pagi hari, sebelum kebon binatang dibuka. Dua hari sebelumnya, pengunjung kebon binatang Ueno mencapai 8000 orang per hari, atau dua kali lipat dari biasanya.

Mulanya saya sempat ragu dan malas melihat ramainya orang mengantre untuk melihat panda. Saya paling malas ikut antrean yang sudah panjang mengular. Namun saya selalu kagum dengan kelebihan warga Tokyo, dan orang Jepang pada umumnya. Mereka selalu tertib mengantre.

Kebiasaan mengantre memang bagian dari naluri bawah sadar orang Jepang. Kalau mengantre, dijamin kita tidak akan diserobot. Dan kalau nanti mereka dapat giliran melihat panda, pasti juga tidak akan berlama-lama, karena memikirkan orang lain yang mengantre.

Keyakinan ini yang selalu membuat saya menikmati antrean di Tokyo. Efisiensi antrean yang sangat baik, didukung oleh moral orang Jepang, membuat mengantre di Jepang bukan sebuah kerepotan. Akhirnya saya mengikuti ujung antrean untuk melihat Panda. Dan memang betul, kekhawatiran saya tidak beralasan. Hanya dalam waktu 20 menit, saya sudah berada di depan kandang Ri Ri dan Shin Shin.

Ri Ri, sang panda jantan, nampak sedang santai terlentang sembari asyik memakan bambu. Sementara Shin Shin, sang betina, tampil malu-malu membelakangi pengunjung. Kedua panda tampil begitu rileks dan santai. Hal ini rupanya menghibur warga Jepang yang sedang galau karena bencana. Melihat kedua panda tampil santai, saya mendengar seorang warga Jepang berkata, “Lihatlah panda itu santai, sangat membangkitkan spirit kita di Jepang”.

Binatang memang berbeda dengan manusia. Mereka tampil tanpa taktik dan pretensi. Kepolosan mereka menjadikannya tulus dan memberi getar lain. Saat warga Jepang melihat Panda, mereka seperti mendapatkan aliran energy baru. Di sinilah, kadang diplomasi satwa antar dua negara justru bekerja lebih efektif.

Dampak gempa dan tsunami tentu masih dirasakan oleh warga Tokyo. Krisis nuklir di Fukushima juga masih belum berakhir. Namun, kehadiran Panda di Tokyo telah membangkitkan semangat warga Tokyo. Mereka beramai-ramai keluar rumah dan menyaksikan Panda.

Hal ini juga menunjukkan pada dunia, bahwa warga Tokyo tetap beraktivitas seperti biasa dan kondisi kota Tokyo relatif aman.

Minggu, 17 April 2011

Australia: Ekonomi RI Bisa Masuk 10 Besar


Menteri Perdagangan Australia, Craig Emerson, optimistis Indonesia akan masuk dalam jajaran sepuluh besar ekonomi global. Maka, Australia memanfaatkan potensi Indonesia itu dengan segera meningkatkan kerjasama ekonomi bilateral.

“Ekonomi Indonesia, dengan penduduk 234 juta jiwa, berkembang pesat dan bisa mencapai posisi sepuluh besar dunia pada 2025,” ujar Emerson dalam pernyataannya kepada VIVAnews, Minggu 17 April 2011. “Sebagai dua ekonomi terbesar di Asia tenggara, Australia dan Indonesia mempunyai kesempatan besar untuk memperkukuh dan memperluas hubungan ekonomi kita,” lanjut Emerson.

Maka, menurut juru bicara Kedutaan Besar Australia, Ray Marcelo, Emerson akan mengunjungi Jakarta pada 19-20 April mendatang. Dia akan berbicara dengan Menteri Perdagangan Indonesia, Mari Pangestu dalam rangka persiapan kedua negara untuk melakukan perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA).

Dalam kunjungan ke Jakarta November tahun lalu, menurut Emerson, Perdana Menteri Julia Gillard dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sepakat untuk meluncurkan proses CEPA pada November tahun lalu.

Selain perundingan CEPA, kedua Menteri akan membahas ratifikasi Indonesia tentang Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru (AANZFTA) dan Putaran Doha perundingan perdagangan multilateral.

Kedua menteri juga akan membahas finalisasi proyek percobaan yang dirancang untuk membantu Indonesia meningkatkan kinerja pembiakan sapi. Emerson mengingatkan, Indonesia adalah pasar terbesar keempat untuk ekspor pertanian Australia, setelah Jepang, Cina dan AS. Pada 2009-10, nilai perdagangan antara Australia dan Indonesia mencapai A$11,8 milyar.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates