RIKUZENTAKATA - Korban gempa Jepang melupakan bencana yang mereka rasakan sejenak demi merayakan Festival Bunga Sakura atau Hanami. Festival ini dilakukan untuk merayakan mekarnya bunga Sakura di saat cuaca mulai menghangat di Jepang.
Kota Rikuzentakata, di mana wilayahnya hancur akibat diterjang gempa dan tsunami 11 Maret lalu, sekira 200 warga yang selamat merayakan Festival Hanami tahun ini.
Mekarnya bunga sakura ini diwarnai dengan para pria yang memainkan gendang tradisional yang memeriahkan acara tradisional.
Sementara warga lainnya tampak menikmati suasan dengan membakar ikan dan bernyanyi di sepanjang festival berlangsung.
Menurut seorang warga, acara ini sebelumnya ditujukan untuk mengenang warga yang tewas akibat gempa berkekuatan 9 skala richter yang melanda Jepang. Namun, warga kemudian merubah acara ini menjadi Festival Hanami.
"Warga kota lain datang dan memamerkan kesenian serta terus mendukung kami. Mereka mengatakan akan terus membantu kami untuk membangun kembali Kota Rikuzentakata," ungkap Takeshi Kanno seperti dikutip AFP, Senin (18/4/2011).
Rikuzentakata merupakan salah satu kota yang hancur akibat gempa dan disertai tsunami. Gempa itu sendiri dikabarkan telah menewaskan 13.750 warga serta 14 ribu lainnya dikabarkan masih hilang.
Sebanyak 90 persen bangunan di kota ini dilaporkan hancur dan mayat korban gempa masih ditemukan di balik puing-puing bangunan yang hancur. Word News
17.03
Admin

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar